News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.

Celebrities Blogs - Blog Rankings Top Entertainment blogs
Online Marketing
Tampilkan postingan dengan label Ancaman Cyber. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ancaman Cyber. Tampilkan semua postingan

Ini Dia 25 'Password' yang Paling Mudah Ditebak

Jumat, 15 Juni 2012


 
 
KOMPAS.com - Enam juta password akun profesional LinkedIn serta 58 ribu lebih akun Twitter, baru-baru ini dibobol oleh hacker. Kabar ini sontak membuat banyak orang mengubah password akun jejaring sosial mereka.

Kata sandi menjadi hal penting untuk menjaga keamanan sebuah akun di era internet. Jangan membuat password yang telalu mudah, dan jangan terlalu rumit karena bisa jadi Anda akan lupa.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh ahli keamanan komputer Joseph Bonneau dari University of Cambridge, pengguna internet di Indonesia tercatat sebagai pemilik password paling lemah. Sementara negara dengan password terkuat, adalah Jerman dan Korea.

Penelitian juga mencatat, password yang dibuat oleh pemilik akun dengan usia 55 tahun ternyata lebih kuat alias sukar ditebak dibandingkan pemilik akun email berusia 25 tahun ke bawah.

Perusahaan penyedia solusi antivirus ESET, juga melakukan penelitian tentang password dan merilis 25 password terlemah dan paling sering digunakan oleh pengguna internet.

Jika password Anda ada di dalam daftar, ada baiknya Anda segera mengubah, dan buat password yang kuat dengan kombinasi sehingga sulit ditebak. Dan tidak lupa, ubahlah password Anda secara rutin. 

Berikut daftar 25 password terlemah versi ESET :

  1. password
  2. 123456
  3. 12345678
  4. 1234
  5. qwerty
  6. 12345
  7. dragon
  8. pussy
  9. baseball
  10. football
  11. letmein
  12. monkey
  13. 696969
  14. abc123
  15. mustang
  16. michael
  17. shadow
  18. master
  19. jennifer
  20. 111111
  21. 2000
  22. jordan
  23. superman
  24. harley
  25. 1234567
 By...chriscyber ( Sumber )

Malware Flame – Malware Super Berbahaya yang Mengguncang Dunia

Jakarta - Seperti dikutip dari vivanews.com, Malware Flame yang mengguncang dunia ini diduga dibuat oleh sekelompok orang. Tim Security Response Symantec tengah menganalisa ancaman baru yang sangat canggih dan tersembunyi, W32. Flamer. 

Hasilnya mengungkapkan malware ini diciptakan dengan kemampuan untuk memperoleh informasi dari sistem yang telah terinfeksi, yang kebanyakan berlokasi di Timur Tengah. Malware ini serupa dengan dua ancaman sebelumnya yakni Stuxnet dan Duqu. 

Menurut Symantec dalam pernyataan resminya kepada VIVAnews pada Rabu 30 Mei 2012, kode ini tidak dibuat oleh perseorangan. Tapi, sekelompok orang yang didanai dan mendapatkan instruksi. 

Kode tersebut termasuk beberapa referensi ke rangkaian “FLAME”. Kode “InstallFlame” ini mungkin menunjukkan contoh-contoh serangan dari beberapa bagian kode tersebut. Tapi, bisa pula bermakna nama proyek pengembangan malware tersebut. Inilah asal julukan Flame berasal. 

Serangan tersebut telah berjalan secara diam-diam selama minimal dua tahun. Malware ini memiliki kemampuan untuk mencuri dokumen, mengambil rekaman tampilan layar (screenshot) dari desktop pengguna, menyebarkan melalui USB drives, menonaktifkan produk vendor keamanan, dan dalam kondisi-kondisi tertentu, menyebarkannya ke sistem-sistem lain. 

Ancaman ini dapat pula memanfaatkan beberapa kerentanan yang sudah diketahui. Malware Flame bisa menggunakan patched di Microsoft Windows untuk menyebarkan ke dalam jaringannya. 

Telemetri pertama mengindikasikan bahwa target dari ancaman ini berlokasi sebagian besar di Tepi Barat Palestina, Hungaria, Iran dan Libanon. Target lainnya termasuk Rusia, Austria, Hong Kong, dan Uni Emirat Arab. 

Dasar pemilihan sektor-sektor industri, afiliasi, dan individu yang menjadi target saat ini masih belum jelas rumusannya. Bukti awal menunjukkan bahwa korban-korban mungkin tidak dijadikan target karena alasan yang sama. 

Kebanyakan dari target Flame lebih banyak menerima ancaman ini dari aktivitas-aktivitas pribadi dibanding saat bekerja di kantor. Menariknya, selain menargetkan perusahaan tertentu, banyak sistem yang diserang merupakan komputer yang digunakan dari koneksi Internet di rumah. 

Sampai saat ini tim lab malware Id-SIRTII pun masih melakukan analisa terhadap malware yang disinyalir sangat berbahaya ini. 

By...chriscyber ( Sumber )

Prog`m Jahat Terbaru ( Flame ) Mengancam Cyber

Rabu, 06 Juni 2012


KBRN, Jakarta : Kaspersky Lab mengumumkan penemuan terbaru program berbahaya sangat canggih yang secara aktif digunakan sebagai senjata cyber untuk menyerang berbagai entitas di beberapa negara. Kerumitan dan fungsionalitas program berbahaya ini melebihi berbagai ancaman cyber yang ada saat ini.

Malware ini ditemukan para ahli Kaspersky Lab saatmelakukan penelitian yang digagas oleh International TelecommunicationUnion (ITU). Produk Kaspersky mengidentifikasi program ini, yang dirancang untukmelakukan kegiatan mata-matacyber, sebagai Worm.Win32.Flame. Program ini mampu mencuri informasi berharga, termasuk namun tidak terbatas pada isi tampilan komputer, informasi mengenai sistem yang disasar, file-file yang disimpan, data kontak dan bahkan percakapan.

Riseti ndependen digagas oleh ITU dan Kaspersky Lab setelah serangkaian kejadian terkait program malware lain, yang belum diketahui namun sangat merusak – nama kodeWiper – yang menghapus data pada beberapa komputer di wilayah Asia Barat. Malware ini belum diketahui, namun saat menyelidiki kejadian ini para ahli Kaspersky Lab yang bekerjasama dengan ITU, menemukan malware tipe baru yang dikenal sebagai Flame. Temuan awal mengindikasikan malware ini telah ada selama dua tahun, yaitu sejak Maret 2010. Namun, karena kerumitannya yang ekstrim, juga sifat penyerangannya, tidak ada software keamanan yang bisa mendeteksinya.

Meskipun fitur Flame berbeda jika dibandingkan dengan senjata cyber terkenal lain sebelumnya, seperti Duqudan Stuxnet, namun geografis serangan, penggunaan kerentanan software tertentu, serta kenyataan bahwa hanya komputer terpilih yang menjadi target, semua ini mengindikasikan bahwa Flame tergolong sebagai senjata cyber super.

Mengomentari temuan Flame ini, Eugene Kaspersky, CEO dan pendiri Kaspersky Lab, mengatakan, “Risiko perang cyber menjadi salah satu topik serius dalam hal keamanan informasi beberapa tahun ini. Stuxnet dan Duqudan berasal dari satu rantai penyerangan, yang memunculkan kekhawatiran di seluruh dunia mengenai perang cyber ini. Malware Flame sepertinya merupakan fase lain dalam perang ini, dan sangat penting untuk dimengerti bahwa senjata cyber seperti ini dapat dengan mudah digunakan untuk menyerang negara manapun. Tidak seperti perang konvensional, semakin maju suatu negara maka semakin ia menjadi target serangan.”

Tujuan utama Flame sepertinya menjadi mata-mata cyber, dengan mencuri informasi dari mesin yang terinfeksi. Informasi ini kemudian dikirim ke jaringan server command-and-control yang berlokasi di berbagai belahan dunia. Informasi yang dicuri bisa berbagai bentuk, seperti dokumen, screenshots, rekaman audio, dan intersepsi lalu lintas jaringan, dan ini menjadikannya toolkit serangan paling terdepan dan terlengkap yang pernah ditemukan.

Vektor pasti penginfeksian belum terungkap, namun jelas bahwa Flame mampu berkembang melalui jaringan lokal menggunakan beberapa metode, termasuk metode kerentanan printerdan infeksi melalui USB yang dilakukan oleh Stuxnet.

Alexander Gostev, Chief Security Expert Kaspersky Lab, mengatakan, “Temuan awal riset ini, yang diadakan atas permintaan mendesak dari ITU, menegaskan program berbahaya ini sifatnya menyerang target besar. Salah satu fakta yang paling mencemaskan adalah serangan Flame ini sekarang berada pada fase aktif, dan operatornya secara konsisten mengawasi sistem yang terinfeksi, mengumpulkan informasi, dan menargetkan sistem baru untuk mencapai tujuan yang belum diketahui.”

Para ahli Kaspersky Lab saat ini melakukan analisa mendalam atas Flame. Ke depannya, beberapa postingan di blog akan mengungkap lebih jauh detail ancaman baru ini, seiring bertambahnya pengetahun tentang program ini. Yang diketahui saat ini adalah bahwa program ini terdiri dari modul ganda dan terdiri dari beberapa megabyte executable code – menjadikannya sekitar 20kali lebih besar dari Stuxnet. Ini artinya analisa senjata cyber ini membutuhkan suatu tim besar yang terdiri dari para ahli keamanan tingkat dunia dan reverse engineer dengan pengalaman luas dalam hal pertahanan cyber.

ITU akan menggunakan jaringan ITU-IMPACT, yang terdiri dari 142 negara dan beberapa pemain industri, termasuk Kaspersky Lab, untuk memperingatkan pemerintah dan komunitas teknis mengenai ancaman cyber ini dan mempercepat analisa teknis. Detail lebih lanjut bisa ditemukan di Flame FAQ yang telah disiapkan para peneliti Kaspersky Lab di www.securelist.com. (Heri F/Kaspersky.com)

Label

 photo jadi2.gif
 

© Copyright chriscyber 2010 -2011 | Design by Cyber Indonesia | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.